OPINISUKABUMI.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) telah berusia 65 tahun, momentum harlah harus mempertemukan PMII dengan ruh perjuangannya. Bukan hanya sebatas ceremonial tahunan, akan tetapi refleksi kader PMII agar menenukan kembali ruh pergerakan sebagaimana para pendiri PMII wariskan.
Perlu kita sadari bersama, bahwa PMII lahir dari rahimnya para ulama, para mu’assis PMII telah melakukan tirakat dan penuh do’a sebelum pada akhir nya PMII di deklarasikan sebagai organisasi kemahasiswaan yang berasaskan pancasila dan berhaluan islam ahli sunnah wal jamaah.
Bukan cocoklogi atau sebuah kebetulan bahwa PMII lahir pada tanggal 17 April 1960 bertepatan dengan tanggal kemerdekaan indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 1945 juga bersamaan dengan diturunkannya Al-qur’an pada tanggal 17 Ramadhan serta selaras dengan jumlah rakaat shalat dalam sehari yakni 17 rakaat. Ini menjadi bukti yang cukup kuat bahwa para muassis PMII melalui proses tirakat dan penuh khidmat dalam merencanakan kelahiran organisasi besar PMII.Nilai-nilai dan ruh organisasi harus diaktivasi dalam diri kader PMII, agar terciptanya kader yang berpribadi muslim indonesia yang bertaqwa kepada Allah sebagaimana selaras dengan tujuan PMII yang termaktub dalam AD ART Bab 4 Pasal 4.
Sebuah refleksi yang perlu disadari bersama bahwa perjuangan khidmat Kepada PMII adalah perjuangan jiwa raga. Tidak mengenal sertifikat dan surat tugas, juga tidak mengenal pensiun didalam struktur maupun diluar struktur. Sepanjang diberikan umur panjang oleh Allah SWT. Dan memiliki nafas panjang pergerakan akan terus berjuang demi PMII dalam keadaan susah maupun senang, dalam keadaan kalah ataupun menang, kapanpun dan dimanapun akan terus bergerak, menggerakkan dunia sekelilingnya dan terus menginspirasi pada siapa saja, baik pada generasinya atau generasi setelahnya.
Penulis : Muhamad Rian Hidayat (PB PMII BIDANG OTONOMI DAERAH DAN POTENSI DESA)










