Foto: Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Herdiawan Waryadi
Opinisukabumi.id
Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh setiap 15 Oktober menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan, khususnya di lingkungan satuan pendidikan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mendorong pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah melalui edukasi tentang pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Kebiasaan sederhana ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan peserta didik sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menekankan pentingnya membangun kesadaran hidup bersih sejak usia dini.
“Sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan positif yang dapat diterapkan peserta didik, baik di lingkungan pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari.” Ujarnya saat di hubungi melalui Aplikasi WhatsApp. Rabu (14/10/2026)
Menurut pernyataan yang perlu dikonfirmasi kepada Herdiawan Waryadi, cuci tangan pakai sabun merupakan kebiasaan sederhana yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Ia disebut mendorong pembentukan kesadaran sejak dini agar peserta didik terbiasa menjaga kebersihan diri dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Pendidikan kesehatan perlu menjadi bagian dari pembiasaan sehari-hari di sekolah. Guru, tenaga kependidikan, dan orang tua memiliki peran penting dalam memberikan contoh sekaligus mengingatkan anak-anak agar menerapkan kebiasaan hidup bersih secara konsisten.” Ucapnya
Lamjut Herdi, Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia juga menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kesehatan di lingkungan pendidikan membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Ketersediaan air bersih, sabun, tempat cuci tangan, serta fasilitas sanitasi yang layak merupakan unsur penting agar kebiasaan tersebut dapat dilaksanakan secara optimal.
Pernyataan lanjutan mengenai pentingnya keteladanan dan dukungan lingkungan dalam pembiasaan hidup bersih masih perlu dikonfirmasi kepada Herdiawan Waryadi sebelum diterbitkan. Informasi tersebut diharapkan menjelaskan bahwa imbauan perlu disertai contoh dan fasilitas yang memungkinkan anak-anak menerapkan kebiasaan hidup bersih setiap hari.
Melalui momentum Hari Cuci Tangan Sedunia, penguatan edukasi kesehatan di sekolah diharapkan dapat terus berjalan melalui kolaborasi antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
Membiasakan cuci tangan pakai sabun bukan sekadar menjaga kebersihan, melainkan juga langkah nyata dalam melindungi kesehatan anak dan mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih sehat di Kabupaten Sukabumi.








